<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments for Buletin Al Ilmu</title>
	<atom:link href="http://buletin-alilmu.com/comments/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://buletin-alilmu.com</link>
	<description>Situs Resmi Buletin Dakwah Islam Al Ilmu</description>
	<lastBuildDate>Sat, 18 May 2013 00:56:32 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.5.1</generator>
	<item>
		<title>Comment on Kemenangan Islam di Perang Qadisiyyah by Nur Annisa</title>
		<link>http://buletin-alilmu.com/2011/03/26/kemenangan-islam-di-perang-qadisiyyah/#comment-1006</link>
		<dc:creator>Nur Annisa</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 18 May 2013 00:56:32 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.buletin-alilmu.com/?p=651#comment-1006</guid>
		<description><![CDATA[Elfan, anda telah keliru. Setiap daerah yang dibebaskan/ditaklukkan oleh kaum muslimin justru berbahagia, sebab mereka telah terbebas dari cengkeraman buas para penguasa mereka. Setiap daerah dan negri yang dibebaskan kaum muslimin juga selalu disertai dengan berbondong-bondongnya penduduk negeri tesebut memeluk Islam. Kaum muslimin tak pernah memaksa mereka untuk memeluk Islam. Bahkan kaum muslimin memberikan mereka hak perlindungan, tidak merusak tempat ibadah dan memperlakukan tawanan perang dengan sangat santun dan bijaksana. Penduduk ngeri tersebut menjadi makmur dan mendapatkan apa yang menjadi hak mereka yang di mana selama ini tak mereka dapatkan pada penguasa mereka sebelumnya. 
Saudaraku Elfan atau siapa saja yang mau mengetahui tentang Islam, baca dan pelajarilah sejarah Islam secara objektif. Insya Allah anda akan menemukan kebenaran di dalamnya.

Mahatma Gandhi (Seorang pemimpin agama non Muslim) mengatakan, &quot;Saya ingin tahu kehidupan terbaik Muhammad yang pesonanya tertanam di dalam sanubari jutaan orang saat ini. Saya menjadi yakin lebih dari yang pernah saya alami sebelumnya bahwa bukanlah pedang yang memenangkan Islam pada saat itu, melainkan kesederhanaan yang kuat, kerendahatian dari Sang Nabi, keteguhan memegang janji, dedikasinya yang tinggi kepada para sahabat dan pengikutnya, keberaniannya, kepercayaannya yang tinggi terhadap Tuhan dan terhadap misinya. Inilah yang menjadi kunci keberhasilannya, dan bukanlah pedang mereka yang digunakan untuk mengatasi setiap rintangan. (harian Young, India, 1924).]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Elfan, anda telah keliru. Setiap daerah yang dibebaskan/ditaklukkan oleh kaum muslimin justru berbahagia, sebab mereka telah terbebas dari cengkeraman buas para penguasa mereka. Setiap daerah dan negri yang dibebaskan kaum muslimin juga selalu disertai dengan berbondong-bondongnya penduduk negeri tesebut memeluk Islam. Kaum muslimin tak pernah memaksa mereka untuk memeluk Islam. Bahkan kaum muslimin memberikan mereka hak perlindungan, tidak merusak tempat ibadah dan memperlakukan tawanan perang dengan sangat santun dan bijaksana. Penduduk ngeri tersebut menjadi makmur dan mendapatkan apa yang menjadi hak mereka yang di mana selama ini tak mereka dapatkan pada penguasa mereka sebelumnya.<br />
Saudaraku Elfan atau siapa saja yang mau mengetahui tentang Islam, baca dan pelajarilah sejarah Islam secara objektif. Insya Allah anda akan menemukan kebenaran di dalamnya.</p>
<p>Mahatma Gandhi (Seorang pemimpin agama non Muslim) mengatakan, &#8220;Saya ingin tahu kehidupan terbaik Muhammad yang pesonanya tertanam di dalam sanubari jutaan orang saat ini. Saya menjadi yakin lebih dari yang pernah saya alami sebelumnya bahwa bukanlah pedang yang memenangkan Islam pada saat itu, melainkan kesederhanaan yang kuat, kerendahatian dari Sang Nabi, keteguhan memegang janji, dedikasinya yang tinggi kepada para sahabat dan pengikutnya, keberaniannya, kepercayaannya yang tinggi terhadap Tuhan dan terhadap misinya. Inilah yang menjadi kunci keberhasilannya, dan bukanlah pedang mereka yang digunakan untuk mengatasi setiap rintangan. (harian Young, India, 1924).</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Ketika Saudara Kita Sakit by Paryono</title>
		<link>http://buletin-alilmu.com/2012/11/02/ketika-saudara-kita-sakit/#comment-814</link>
		<dc:creator>Paryono</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 10 Apr 2013 08:51:30 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.buletin-alilmu.com/?p=1043#comment-814</guid>
		<description><![CDATA[Assalamu&#039;alikum...

Maaf Ustad mohon ijin copy

NUWUN.

Wassalamu&#039;alaikum]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu&#8217;alikum&#8230;</p>
<p>Maaf Ustad mohon ijin copy</p>
<p>NUWUN.</p>
<p>Wassalamu&#8217;alaikum</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Empat Golongan Manusia yang Dilaknat oleh Allah by buletin al-ilmu</title>
		<link>http://buletin-alilmu.com/2011/12/29/empat-golongan-manusia-yang-dilaknat-oleh-allah/#comment-662</link>
		<dc:creator>buletin al-ilmu</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 24 Feb 2013 21:53:58 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.buletin-alilmu.com/?p=865#comment-662</guid>
		<description><![CDATA[@ Hisam
Wa&#039;alaikumus salaamu wa rahmatullaahi wa barakaatuh..
Silakan berbagi, semoga bermanfaat bagi kita semua..]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ Hisam<br />
Wa&#8217;alaikumus salaamu wa rahmatullaahi wa barakaatuh..<br />
Silakan berbagi, semoga bermanfaat bagi kita semua..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Empat Golongan Manusia yang Dilaknat oleh Allah by hisam</title>
		<link>http://buletin-alilmu.com/2011/12/29/empat-golongan-manusia-yang-dilaknat-oleh-allah/#comment-661</link>
		<dc:creator>hisam</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 24 Feb 2013 10:30:33 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.buletin-alilmu.com/?p=865#comment-661</guid>
		<description><![CDATA[assalamualaikum. aku mau ijin copas ya sob :-)]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>assalamualaikum. aku mau ijin copas ya sob <img src='http://buletin-alilmu.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Pengkhianatan Syi’ah dalam Lembaran Sejarah (bagian 3) by buletin al-ilmu</title>
		<link>http://buletin-alilmu.com/2012/12/09/rantai-pengkhianatan-syiah-dalam-lembar-sejarah-3/#comment-804</link>
		<dc:creator>buletin al-ilmu</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 18 Feb 2013 00:14:36 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.buletin-alilmu.com/?p=1058#comment-804</guid>
		<description><![CDATA[@ dedy
Wa&#039;alaikumus salaamu wa rahmatullaahi wa barakaatuh...
Sebelumnya, ana simpulkan tanggapan anda ini menjadi 2 poin berikut:
1. Haruskah saya keluar dari milis yang kebanyakan dari member-nya membela Syi&#039;ah?
2. Mengapa ada ulama Ahlus Sunnah yang meriwayatkan hadits dari orang-orang Syi&#039;ah? Mengapa mereka meyakini orang-orang Syi&#039;ah tersebut sebagai orang yang jujur dan adil? Adakah ulama Ahlus Sunnah yang melakukan hal ini?

Jawab:
1. Mohon maaf, tidak ada baiknya mengikuti milis semacam ini, milis Ahlus Sunnah ada, walhamdulillah.. Atau sibukkanlah diri anda dengan membaca tulisan-tulisan ilmiah di situs-situs Ahlus Sunnah di Indonesia, yang demikian ini insya Allah lebih bermanfaat.. Wallaahu a&#039;lam..
Al-Imam adz-Dzahabi pernah menasehatkan, &quot;Hati-hati kita itu lemah, sedangkan syubuhat (kerancuan-kerancuan pemahaman) itu menyambar-nyambar.&quot;
Berhati-hatilah dari mendengarkan pemahaman-pemahaman yang menyimpang. Para ulama menasehatkan, jangan kita duduk dengan orang-orang yang berpemahaman menyimpang, terlebih lagi mendengar ucapan-ucapan menyesatkan yang disampaikan oleh mereka..
Sehingga jika kita masih peduli dengan keselamatan hati kita dari kesesatan dan penyimpangan, janganlah kita duduk dengan mereka, berdiskusi tentang agama dengan mereka, atau berdebat dengan mereka.. Kita khawatir jika mereka melemparkan sebuah kesesatan kemudian kita mengikutinya tanpa kita sadari...

2. Poin yang kedua, tentang adakah ulama Ahlus Sunnah yang meriwayatkan hadits dari orang-orang Syi&#039;ah?
Semestinya ketika anda membaca tulisan seperti ini, anda minta mereka untuk menunjukkan ulama Ahlus Sunnah siapa yang mereka maksud telah meriwayatkan hadits dari orang Syi&#039;ah.
Saudaraku, konteks pembahasan kata Syi&#039;ah di masa sekarang dengan masa periwayatan hadits ada perbedaan yang mendasar. Di antara perbedaan itu ialah:
a. Kata Syi&#039;ah pada masa dahulu, mayoritasnya diartikan sebagai orang yang mengutamakan sahabat &#039;Ali radhiyallaahu &#039;anhu di atas sahabat &#039;Utsman bin &#039;Affan radhiyallaahu &#039;anhu. Adapun orang-orang Syi&#039;ah pada masa sekarang, jauh lebih parah daripada yang di masa dulu.
b. Ucapan para ulama Ahlus Sunnah tentang orang-orang Syi&#039;ah di masa dahulu pun bermacam-macam. Jika kita melihat kitab-kitab rijal (para perawi hadits) kita bisa mendapati ungkapan semisal Rumiya bit tasyayyu&#039; (dituduh berpemahaman tasyayyu&#039;/ Syi&#039;ah), Syi&#039;iy (dia ini orang Syi&#039;ah), rafidhiy (berpemahaman Syi&#039;ah Rafidhah) yang tentunya masing-masing mereka ada menyikapinya.
Orang-orang Syi&#039;ah ditolak riwayat haditsnya karena mereka menghalalkan dusta, bagaimana mungkin mereka bisa mendapat predikat jujur dan adil?
c. Sekalipun ada ulama Ahlus Sunnah yang menyampaikan riwayat dari orang-orang Syi&#039;ah, belum tentu mereka menilai orang Syi&#039;ah tersebut jujur dan adil. Bisa jadi hanya sekedar dibawakan riwayatnya kemudian dijelaskan kelemahan riwayat tersebut disebabkan perawi Syi&#039;ah itu. Tentunya ini menuntut kita untuk melihat langsung riwayatnya.
Alhasil, ana nasehatkan kepada diri ana pribadi kemudian kepada pembaca agar bersikap bijak dalam rangka menjaga hati kita masing-masing...
Mari kita menyibukkan diri dengan menuntut ilmu agama yang shahih..
Semoga bermanfaat..]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ dedy<br />
Wa&#8217;alaikumus salaamu wa rahmatullaahi wa barakaatuh&#8230;<br />
Sebelumnya, ana simpulkan tanggapan anda ini menjadi 2 poin berikut:<br />
1. Haruskah saya keluar dari milis yang kebanyakan dari member-nya membela Syi&#8217;ah?<br />
2. Mengapa ada ulama Ahlus Sunnah yang meriwayatkan hadits dari orang-orang Syi&#8217;ah? Mengapa mereka meyakini orang-orang Syi&#8217;ah tersebut sebagai orang yang jujur dan adil? Adakah ulama Ahlus Sunnah yang melakukan hal ini?</p>
<p>Jawab:<br />
1. Mohon maaf, tidak ada baiknya mengikuti milis semacam ini, milis Ahlus Sunnah ada, walhamdulillah.. Atau sibukkanlah diri anda dengan membaca tulisan-tulisan ilmiah di situs-situs Ahlus Sunnah di Indonesia, yang demikian ini insya Allah lebih bermanfaat.. Wallaahu a&#8217;lam..<br />
Al-Imam adz-Dzahabi pernah menasehatkan, &#8220;Hati-hati kita itu lemah, sedangkan syubuhat (kerancuan-kerancuan pemahaman) itu menyambar-nyambar.&#8221;<br />
Berhati-hatilah dari mendengarkan pemahaman-pemahaman yang menyimpang. Para ulama menasehatkan, jangan kita duduk dengan orang-orang yang berpemahaman menyimpang, terlebih lagi mendengar ucapan-ucapan menyesatkan yang disampaikan oleh mereka..<br />
Sehingga jika kita masih peduli dengan keselamatan hati kita dari kesesatan dan penyimpangan, janganlah kita duduk dengan mereka, berdiskusi tentang agama dengan mereka, atau berdebat dengan mereka.. Kita khawatir jika mereka melemparkan sebuah kesesatan kemudian kita mengikutinya tanpa kita sadari&#8230;</p>
<p>2. Poin yang kedua, tentang adakah ulama Ahlus Sunnah yang meriwayatkan hadits dari orang-orang Syi&#8217;ah?<br />
Semestinya ketika anda membaca tulisan seperti ini, anda minta mereka untuk menunjukkan ulama Ahlus Sunnah siapa yang mereka maksud telah meriwayatkan hadits dari orang Syi&#8217;ah.<br />
Saudaraku, konteks pembahasan kata Syi&#8217;ah di masa sekarang dengan masa periwayatan hadits ada perbedaan yang mendasar. Di antara perbedaan itu ialah:<br />
a. Kata Syi&#8217;ah pada masa dahulu, mayoritasnya diartikan sebagai orang yang mengutamakan sahabat &#8216;Ali radhiyallaahu &#8216;anhu di atas sahabat &#8216;Utsman bin &#8216;Affan radhiyallaahu &#8216;anhu. Adapun orang-orang Syi&#8217;ah pada masa sekarang, jauh lebih parah daripada yang di masa dulu.<br />
b. Ucapan para ulama Ahlus Sunnah tentang orang-orang Syi&#8217;ah di masa dahulu pun bermacam-macam. Jika kita melihat kitab-kitab rijal (para perawi hadits) kita bisa mendapati ungkapan semisal Rumiya bit tasyayyu&#8217; (dituduh berpemahaman tasyayyu&#8217;/ Syi&#8217;ah), Syi&#8217;iy (dia ini orang Syi&#8217;ah), rafidhiy (berpemahaman Syi&#8217;ah Rafidhah) yang tentunya masing-masing mereka ada menyikapinya.<br />
Orang-orang Syi&#8217;ah ditolak riwayat haditsnya karena mereka menghalalkan dusta, bagaimana mungkin mereka bisa mendapat predikat jujur dan adil?<br />
c. Sekalipun ada ulama Ahlus Sunnah yang menyampaikan riwayat dari orang-orang Syi&#8217;ah, belum tentu mereka menilai orang Syi&#8217;ah tersebut jujur dan adil. Bisa jadi hanya sekedar dibawakan riwayatnya kemudian dijelaskan kelemahan riwayat tersebut disebabkan perawi Syi&#8217;ah itu. Tentunya ini menuntut kita untuk melihat langsung riwayatnya.<br />
Alhasil, ana nasehatkan kepada diri ana pribadi kemudian kepada pembaca agar bersikap bijak dalam rangka menjaga hati kita masing-masing&#8230;<br />
Mari kita menyibukkan diri dengan menuntut ilmu agama yang shahih..<br />
Semoga bermanfaat..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Pengkhianatan Syi’ah dalam Lembaran Sejarah (bagian 3) by dedy</title>
		<link>http://buletin-alilmu.com/2012/12/09/rantai-pengkhianatan-syiah-dalam-lembar-sejarah-3/#comment-803</link>
		<dc:creator>dedy</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 17 Feb 2013 01:48:44 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.buletin-alilmu.com/?p=1058#comment-803</guid>
		<description><![CDATA[assalamu&#039;alaikum warahmatullahi wabarakatuh

tanya, sempat saya diskusi dengan beberapa orang di milis tentang syi&#039;ah lalu tertulis dalam diskusi itu: &quot;kenapa ada ulama Ahlus Sunnah yang meriwayatkan hadis dari orang orang Syi&#039;ah dan meyakini orang - orang Syi&#039;ah ini sebagai orang yang jujur dan adil ?.&quot;

yang menjadi masalah apakah ada ulama ahlus sunnah yang meriwayatkan hadits orang   syi&#039;ah dan mengatakan jujur dan adil, tolong masukannya, ataukah mereka sedang taqiyyah yang membingungkan orang. dan dalam diskusi itu kebanyakan mereka membela syi&#039;ah, apakah saya harus keluar dari milis tersebut..]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>assalamu&#8217;alaikum warahmatullahi wabarakatuh</p>
<p>tanya, sempat saya diskusi dengan beberapa orang di milis tentang syi&#8217;ah lalu tertulis dalam diskusi itu: &#8220;kenapa ada ulama Ahlus Sunnah yang meriwayatkan hadis dari orang orang Syi&#8217;ah dan meyakini orang &#8211; orang Syi&#8217;ah ini sebagai orang yang jujur dan adil ?.&#8221;</p>
<p>yang menjadi masalah apakah ada ulama ahlus sunnah yang meriwayatkan hadits orang   syi&#8217;ah dan mengatakan jujur dan adil, tolong masukannya, ataukah mereka sedang taqiyyah yang membingungkan orang. dan dalam diskusi itu kebanyakan mereka membela syi&#8217;ah, apakah saya harus keluar dari milis tersebut..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on TASAWUF DAN SHALAWAT NABI by sandy</title>
		<link>http://buletin-alilmu.com/2006/09/17/tasawuf-dan-shalawat-nabi/#comment-145</link>
		<dc:creator>sandy</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 15 Feb 2013 13:12:51 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://localhost/mahad/index.php/2006/09/17/tasawuf-dan-shalawat-nabi/#comment-145</guid>
		<description><![CDATA[alhamdulilah,,,smga dengan penjelasan ini seluruh umat muslim bisa memahami dan melaksanakan syareat islam sesuai petunjuk Allah &amp; Rassul..]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>alhamdulilah,,,smga dengan penjelasan ini seluruh umat muslim bisa memahami dan melaksanakan syareat islam sesuai petunjuk Allah &amp; Rassul..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Kepedulian Islam terhadap Nasib Anak Yatim dan Kaum Dhuafa by waone</title>
		<link>http://buletin-alilmu.com/2012/12/26/kepedulian-islam-terhadap-nasib-anak-yatim-dan-kaum-dhuafa/#comment-808</link>
		<dc:creator>waone</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 11 Feb 2013 07:30:22 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.buletin-alilmu.com/?p=1073#comment-808</guid>
		<description><![CDATA[ijin copy admin. buat buletin di mesjid ana.]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ijin copy admin. buat buletin di mesjid ana.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Shalat Jenazah (1) by abuandisalim</title>
		<link>http://buletin-alilmu.com/2013/01/16/shalat-jenazah-1/#comment-809</link>
		<dc:creator>abuandisalim</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 05 Feb 2013 01:49:42 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.buletin-alilmu.com/?p=1077#comment-809</guid>
		<description><![CDATA[jazakumullah khaer  artikel ini jadi tambahan ilmu buat ana]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>jazakumullah khaer  artikel ini jadi tambahan ilmu buat ana</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Luasnya Rahmat dan Ampunan Allah (renungan kisah pembunuh 100 jiwa) by Emy</title>
		<link>http://buletin-alilmu.com/2011/07/29/luasnya-rahmat-dan-ampunan-allah-renungan-kisah-pembunuh-100-jiwa/#comment-597</link>
		<dc:creator>Emy</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 04 Feb 2013 08:06:21 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.buletin-alilmu.com/?p=749#comment-597</guid>
		<description><![CDATA[Allahuakbar..
Kdg2 futur itu mnyinggah saat trase diri brdose sgt. Lupe bahawesenye ampunan dn rhmat ALLAH itu trlalu luas. Xtrcapai dek akal. Allahu..allahu..]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Allahuakbar..<br />
Kdg2 futur itu mnyinggah saat trase diri brdose sgt. Lupe bahawesenye ampunan dn rhmat ALLAH itu trlalu luas. Xtrcapai dek akal. Allahu..allahu..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>